Friday, June 28, 2013

Pergilah – Petrus Agung – Minggu, 16 Juni 2013

Minggu, 23 Juni 2013
Pergilah
Petrus Agung

Dalam silsilah Yesus di Matius 1, Yesus disebut sebagai anak Daud dan anak Abraham, baru di baris selanjutnya disebutkan detil leluhur Yesus yang lain. Dalam Gal 3: 29 Paulus menyebutkan bahwa kita berhak menerima berkat Abraham melalui Yesus. Alkitab tidak mengatakan bahwa kita menerima berkat Musa, Daud, atau nabi-nabi yang lain. Untuk mendapat warisan yang Tuhan berikan pada Abraham, kita harus lihat penugasan yang Tuhan berikan kepada Abraham.

Kej 12 : 1-3 – Penugasan Allah kepada Abraham. Penugasan itu diawali dengan kata: pergilah. Saat Tuhan Yesus berikan amanat Agung juga diawali dengan kata-kata: pergilah.

Pergilah = לך־לך = lekh-lekha
Kata ini hanya disebut 1 kali di seluruh Alkitab. Maka jika kita ingin menerima berkat Abraham ini, maka kita harus terima penugasan/ assignment dari Tuhan kepada Abraham: pergilah!

Kata lekh-lekha mempunyai beberapa pengertian:
  1. Orang yang dipakai Tuhan dari titik yang paling kecil dan tidak berarti, sampai jadi tinggi dan di atas orang lain.
  2. Orang yang punya hati yang teachable, mau dibentuk dan diajar, dari sejak di bawah hingga paling atas.

Tuhan akan pakai hidup kita dari kecil, dibuat naik hingga melebihi dari rata-rata orang-orang lain.

Saat seseorang dengar panggilan Tuhan dan meresponinya, hasilnya akan luar biasa.

Dua pengertian kata “pergilah” di atas harus ada. Kita harus mau diajar dan dididik oleh Tuhan, karena tanpa itu Tuhan akan sulit memakai kita. Karena musuh terbesar kita bukan setan, karena Yesus sudah kalahkan setan dan kita tinggal mengusirnya. Musuh terbesar kita ada di dalam kita sendiri: hawa nafsu, ego, kesombongan, kedagingan kita. Semua itu harus kita taklukkan.

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki (Yoh 21: 18)

Yoh 21:18 adalah proses yang akan dialami Petrus. Kata masih muda artinya masih baru dan mentah.

Saat kita mencapai kematangan, yang muncul bukan kemauan diri kita sendiri tapi penundukan diri kepada Tuhan dan kepada yang Tuhan inginkan, sekalipun dagingnya tidak mau.

Di antara 11 rasul, Petrus adalah rasul pertama yang ditugasi Tuhan untuk menjangkau bangsa lain: rumah Kornelius. Di awal Petrus menolak. Saat itu hukum Taurat yang menempel di daging Petrus lebih besar pengaruhnya daripada amanat agung yang Tuhan berikan. Saat dilayani Kornelius dan seisi rumahnya dibabtis dan penuh Roh Kudus. Ketika kembali ke Yerusalem, semua murid yang lain menyidang Petrus. Ini artinya mereka juga masih terikat pada hukum Taurat.

Seringkali manusia menentang kehendak Tuhan, sebagian alasannya daging, sebagian lagi rohani.

Dalam sejarah gereja awalnya tidak ada rasul yang bergerak menginjil keluar dari Yudea. Filipus keluar dari Yudea setelah masa aniaya. Murid-murid yang tersebar karena aniaya akhirnya memberitakan injil ke mana mereka pergi.

Dalam surat Galatia Paulus sebutkan bahwa Petrus hanya melayani bangsa Yahudi. Maka akhirnya tugas penginjilan ke bangsa lain digeser Tuhan kepada Paulus.

Saat jemaat mendengar tentang “Menggelar Karpet Merah” sebagian ber-respon positif, cepat dan Tuhan mencukupi dengan cara yang ajaib! Harusnya semua kita responnya sama!

lekh-lekha: Tuhan akan sertai dan pakai hidup kita, saat kita mau pergi.

Baru menjelang matinya Petrus jadi dewasa, dan mati sebagai martir, tapi kehilangan jatahnya.

Jika kita tidak melewati semua tantangan bersama Tuhan maka tidak akan menghasilkan apapun.

Kepompong yang jadi kupu-kupu harus keluar melalui lobang yang kecil. Proses ini menyakitkan. Ada seorang peneliti yang mencoba membantu dengan memperbesar lobang kepompong. Akibatnya kupu-kupu ini keluar dengan cepat, tapi tidak bisa terbang karena sayapnya lemah, dan akhirnya dimakan predator dan mati. Proses melewati lubang yang kecil dengan susah payah itulah yang membuat semua otot pada sayap kupu-kupu hingga mampu terbang.

Proses pendewasaan dialami Samuel, anak p Agung. Samuel mengikuti retret keluarga US Army di Belgia karena diajak temannya. P Agung minta Samuel berangkat sendirian tanpa teman dari JKI, dan memberikan beberapa tugas tambahan. Ternyata dia harus hadapi semua hambatan sendirian karena rekan yang mengajaknya retret tidak bisa cuti. Maka ketakutan menguasainya dan jadi stress. Setelah ada permainan paint-ball, ada penjebolan dan Samuel bisa menikmati retret, dan bisa mengatasi ketakutannya.

Banyak orang berdoa “paksakan rencanaMu Tuhan” hanya karena ikut-ikutan p Yusak, tapi hatinya tidak benar-benar ingin dipaksa. Karena begitu ada tugas yang tidak disukai, maka melakukannya asal-asalan dan setengah hati, bahkan berontak dan marah. Tapi ada juga yang sungguh-sungguh mau alami didikan Tuhan. Ujungnya akan terlihat siapa yang dewasa dan siapa yang tetap anak-anak.

Proyek “Menggelar Karpet Merah” adalah sarana Tuhan untuk mendewasakan anak-anakNya

Menggelar karpet merah” adalah kesempatan yang Tuhan tawarkan bagi kita. Kita akan belajar soal iman, penginjilan dengan tantangan budaya, bahasa dan makanan. Maka mereka yang berangkat akan pulang sebagai orang yang berbeda. Doa untuk kebutuhan pribadi biasanya lebih lambat dibanding doa untuk kebutuhan misi. Tapi jika kita sudah biasa berdoa seperti itu, untuk kebutuhan pribadi pun akan sama mudahnya.

Iman itu perlu dilatih, dan latihannya akan membuat kita makin dewasa.

Eropa pernah jadi negara super-power karena memberitakan injil ke seluruh dunia. Tapi di Eropa kekristenan mulai pudar. Amerika menggantikan dengan membiayai misi ke seluruh dunia, maka Amerika naik jadi negara super-power. Amerika sedang menurun, ini saatnya Indonesia ambil alih!

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Friday, June 21, 2013

Keluarga Allah Adalah Tiang Penopang – Bahtera – KKR Bandung – Senin, 17 Juni 2013

Senin, 17 Juni 2013
Keluarga Allah Adalah Tiang Penopang
Bahtera – KKR Bandung

Daniel Cipto
  • Tuhan mau ajari kita naik ke next level. Roh Kudus ajari kita langkah demi langkah dan caranya. Setiap kelompok punya tuntutan yang berbeda, ujungnya Yesus sendiri.
  • Di hadirat Tuhan semua terbuka dan tidak ada yang bisa disembunyikan, maka kita harus mau membuka topeng kita, datang ke Tuhan dengan apa adanya kita.

Yusak Cipto – Semua Karena Anugerah
Semua hanya anugerah Tuhan, tanpa itu kita tidak akan mampu menyelesaikan bagian kita, karena kita penuh kelemahan. Maka kita hidup bergaul dengan Tuhan secara pribadi

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan. (Luk 17: 10)

Setelah kita lakukan semua tugas dari Tuhan, katakan pada diri kita sendiri Luk 17: 10. Kejatuhan banyak hamba Tuhan adalah karena kesombongan, kebanggaan, ketinggian hati yang tidak pernah disadari. Padahal apapun yang kita lakukan yang membawa hasil, kemuliaan, berkat, semua Tuhan yang melakukan di dalam kita. Dengan sikap ini kita tidak akan mencuri kemuliaan Tuhan.

Petrus Agung – Kairos
Datang ke Tuhan dengan mata apatis adalah kerugian besar, karena tidak setiap saat adalah kairos. Kairos datang sewaktu-waktu.

Saat Yesus menuju Yerusalem untuk mati dan bangkit, Ia kunjungi Yerikho untuk terakhir kalinya. Tapi tidak ada apapun yang terjadi. Setelah kebangkitanNya tidak ada kunjungan Tuhan lagi ke Yerikho.
Bartimeus artinya anak Timeus, dan Timeus artinya haram. Bartimeus adalah anak haram, matanya buta, pekerjaannya pengemis. Saat Yesus keluar kota Yerikho, orang berkata pada Bartimeus bahwa yang lewat adalah “Yesus dari Nazaret”. Di jaman itu pernyataan “orang dari Nazaret” tidak mempunyai arti apapun. Tapi Bartimeus mata hatinya tidak buta, dan dia berteriak memanggil “Yesus, anak Daud !” Bagi orang Yahudi sebutan “anak Daud” mengacu pada Mesias yang mereka tunggu.

Saat Yesus memanggilnya, Bartimeus lepas jubah pengemisnya, lalu tersungkur di kaki Tuhan dan disembuhkan. Hanya Bartimeus yang memanfaatkan kairos Tuhan hari itu.

Petrus Agung – Terapi dalam Keluarga

You're blessed when you can show people how to cooperate instead of compete or fight. That's when you discover who you really are, and your place in God's family. (Mat 5: 9, MSG)

Engkau akan diberkati ketika engkau bisa menunjukkan kepada orang-orang bagaimana engkau bisa bekerja-sama daripada anda berkompetisi/ bersaing/ bertengkar. Itu terjadi saat engkau menemukan siapa engkau yang sebenarnya dan tempatmu dalam keluarga Tuhan.

Naluri manusia adalah berkompetisi, baik untuk hal yang positif maupun negatif. Tapi Tuhan tidak suka jika kompetisi itu membuat kita berkelahi dan menjatuhkan orang lain dengan segala cara.

Semua kita adalah ciptaan yang unik, maka kita tidak pernah bisa meniru orang lain, dan kita tidak perlu minder karena tidak ada orang lain yang seperti kita.

Temukan siapa diri kita di hadapan Tuhan, dan di mana tempat kita dalam keluarga Tuhan, maka kita akan bisa bekerjasama dengan indah.

Mat 24: 45-51 – hamba yang setia.
Kata “setia” mengandung unsur dapat dipercaya
Kata “bijaksana” artinya punya kemampuan yang bisa digunakan dalam keseharian (practical skill)

Hamba Tuhan harus dapat dipercaya dan memiliki practical skill

Frase “atas orang-orangnya“ dalam bahasa Inggris household = θεραπεία = therapeia (G2322).
Dari kata ini lahir kata terapi.

Dalam keluarga Tuhan ada terapi yang luar biasa, kita dipanggil untuk saling menyembuhkan dan memberikan terapi satu sama lain.

Keluarga Bahtera adalah tempat memberikan terapi, sehingga kita tumbuh dalam kekuatan Tuhan. Semua kita mempunyai talenta masing-masing yang unik, jika kita menghormati kekuatan masing-masing dan bersatu/ unity, maka sesuatu yang ajaib akan terjadi.

Munafik dari kata aktor, artinya orang yang memakai topeng. Tuhan tidak mau ada aktor di tengah-tengah kita, Tuhan mau ketulusan hati.

Nani Susanti – Kuasa Doa
Di awal Tuhan tidak hanya menciptakan Adam, tapi Adam dan Hawa, artinya sebuah keluarga. Sebuah keluarga bisa unity karena doa. Doa besar kuasanya dan dapat mengubah sesuatu yang tidak kelihatan/ alam Roh menjadi kenyataan.

Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. (Yak 5: 17)

Sofy – Kuasa Doa
Dalam satu fase kehidupan seorang anak, di usia remaja sering timbul kekerasan hati yang hanya bisa ditembus oleh kekuatan doa orang tua.

Orang tua jangan pernah lelah mendoakan anak-anaknya. Demikian juga saat orang tua tidak harmonis, anak-anak jangan pernah lelah mendoakan orang tuanya.

Kita semua bersemangat mengejar panggilan kita, tapi kadang ada rekan yang alami kelelahan secara rohani. Maka rekan yang kuat jangan menghakimi yang lemah, tapi justru harus menjadi tiang doa bagi mereka.

Petrus Hadi – Keluarga Allah
Mzm 22: 23, 26a
Destiny Daud:
  1. Tuhan menjadi segalanya bagi Daud. Maka sejak sebelum jadi raja hingga akhir hidupnya, Tuhan mengajar Daud menjadi penyembah.
  2. Menjadi raja bagi umat pilihan Tuhan: bangsa Israel.
Dalam menjalani 2 destiny dalam hidupnya Daud punya 3 pengalaman ditopang oleh keluarga Allah:
  1. Ay 22a – Daud memuji Tuhan di tengah keluarganya: ayah, ibu dan kakak-kakaknya.
  2. Ay 22b – Daud memuji di tengah jemaah. Ini terjadi saat Daud di gua Adulam (1Sam 22: 1-2), Daud memimpin keluarga dan 400 orang lain yang mendukung Daud. Daud seperti menemukan sahabat-sahabat karib yang lebih dari saudara.
  3. Ay 26a – Daud memuji dalam jemaah yang besar, yaitu seluruh orang Israel yang mendukungnya menjadi raja.

Kadang saat kita sedang menjalani apa yang Tuhan mau, ada orang-orang dekat kita tidak bisa lagi mendukung. Tapi hal ini tidak boleh menghentikan kita.

Di depan Tuhan sedang siapkan kingdom explosion bagi Bahtera. Tapi untuk mencapai semua itu kita harus saling mendukung, menguatkan dan unity.

Luk 12: 49-53 – saat api lawatan Tuhan diberikan dalam sebuah keluarga, belum tentu semua orang bisa terima, karena masing-masing diberi kebebasan.

Mat 12: 46-50 – Inilah keluarga besar Yesus:

Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku (Mat 12: 50)

Bahtera berkumpul dengan sebuah tujuan: lawatan dan tuaian terjadi atas Indonesia dan dunia.
Bahtera adalah keluarga besar yang bersama-sama melakukan yang Tuhan mau.

Iin Cipto – Terima Kasih dan Permintaan Maaf Mahanaim


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Thursday, June 20, 2013

Mental Raja – Petrus Agung – Minggu, 16 Juni 2013

Minggu, 16 Juni 2013
Mental Raja
Petrus Agung

Ada pertanyaan, mengapa saat ular memperdaya Hawa, Adam diam saja dan tidak meng-intervensi pembicaraan. Jika iblis berbicara harus segera kita intervensi, karena jika didiamkan akan menimbulkan masalah yang besar.

Kej 2: 21-25
Tuhan menggunakan istilah bagi manusia pertama: Adam = אדם = 'âdâm (H121) = manusia.
Kemudian Tuhan memberikan otoritas kepada Adam untuk memberi nama semua makhluk.
Lalu Tuhan menciptakan penolong yang sepadan bagi Adam, yaitu wanita = אשּׁה = 'ishshâh (H802)
Saat Tuhan membawa wanita itu kepada Adam, Adam dengan otoritasnya menyebutnya sebagai wanita (
אשּׁה = 'ishshâh) yang diambil dari laki-laki = אישׁ = 'îysh (H376). Adam mengubah istilah bagi dirinya dari manusia (adam) menjadi laki-laki (iysh).

Nama Adam pengertiannya:
  1. Manusia.
  2. Keunikan ciptaan Tuhan (the uniqueness of creation)
  3. Sifatnya punya ketergantungan kepada Tuhan (dependent in God)
  4. Pribadi yang punya pertanggungjawaban (accountability) ke Tuhan
  5. Punya kemampuan menangkap pewahyuan

Jika semua pengertian di atas digabungkan, maka Adam adalah manusia yang punya hubungan dengan Tuhan, spesial/ unik, punya ketergantungan dengan Tuhan, punya rasa tanggung jawab kepada Tuhan, dan sanggup menerima pewahyuan perkataan Tuhan.

Alkitab berkata “perempuan (ishshah) diambil dari Adam”, tapi Adam mengubahnya menjadi “perempuan (ishshah) diambil dari laki-laki (iysh)”. Kata-kata yang pertama muncul adalah ishshah, kata iysh merupakan istilah yang menyesuaikan dari kata ishshah. Kata iysh artinya laki-laki, punya koneksi dan relationship dengan orang lain.

Selama Adam tidak merubah jati dirinya dia tetap menjadi pribadi yang sesuai arti nama Adam, dan hubungan dengan Tuhan adalah yang dominan. Tapi karena Adam ubah namanya dan menyesuaikan diri dengan istilah perempuan, sejak itu Adam di belakang perempuan. Akibatnya banyak hal yang diambil dari diri Adam dan fungsinya bergeser. Akibatnya Adam diam saja dan menyesuaikan diri terhadap istrinya saat Hawa dibujuk ular.

Yang menentukan siapa kita adalah pilihan kita untuk tetap memegang atau melepaskan otoritas yang sudah Tuhan berikan kepada kita, karena Tuhan menghormati free-will kita.

Saat kita biarkan diri dipimpin oleh Roh Tuhan dan berdiri dalam kebenaran, maka kita tidak gampang diombang-ambingkan dunia. Ketika Adam menyebut dirinya iysh, yang menyesuaikan diri kepada ishshah, maka semua tudung dan otoritasnya hilang dan tidak berfungsi.

Hati hamba harus! Tapi Tuhan tidak mau kita punya mental hamba.
Tuhan mau anak-anak Raja punya mental raja!

Mental raja artinya kita tidak panik menghadapi apapun, tidak mudah dipengaruhi oleh apapun, hidup karena ketergantungan kita pada Tuhan, punya otoritas dan keunikan, punya panggilan yang spesial bagi masing-masing kita, memiliki pertanggung-jawaban kepada Tuhan, dan menerima pewahyuan dari Tuhan. Mental raja ini tidak lagi dimiliki Adam, karena dia berikan otoritasnya kepada hal lain.

Suami adalah kepala dan tudung rumah tangga. Jika kita hidup semaunya itu seperti merobek tudung dan membiarkan keluarga kita hancur. Maka suatu hari kita harus membayar harganya. Adam semula hidup dalam anugerah, akhirnya harus bekerja keras untuk kehidupannya.

Jangan lepaskan tanggung-jawab yang Tuhan berikan di hidup kita, karena itulah yang membuat berkat Tuhan turun dalam kehidupan kita. Mental kita harus dibangun jadi mental raja

Mental raja tidak membiarkan kondisi kacau berlangsung. Jika arah pembicaraan menuju pada hal-hal yang tidak benar, orang bermental raja akan menghentikan dan meluruskannya.

Mental raja: Yang lemah berkata aku kuat, yang miskin berkata aku kaya!

Semua dimulai dengan iman, bukan dengan realita. Ilmu pengetahuan bukan benda, maka tidak bisa diambil. Bisa diajarkan tanpa orang yang memiliki kehilangan. Jika “sesuatu” bisa diambil hingga kita kehilangan, maka “sesuatu” itu bersifat benda.

Karena itu, perhatikanlah cara kamu mendengar. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." (Luk 8: 18)

Anggapan kita tentang diri kita adalah awal dari sebuah realita yang akan datang dalam hidup kita.

Contoh:
  • Pegawai toko menyebut dirinya magang sebelum nantinya punya toko sendiri.
  • Tukang sapu kantor gubernur bisa sebut dirinya calon menteri anti korupsi yang sedang magang di kantor gubernur.
  • Orang yang sudah berumur menyebut dirinya sebagai orang berusia matang dan berpenghasilan 3 milyar per minggu.
  • Makelar mobil bisa menyebut dirinya sedang mempersiapkan diri untuk jadi calon manajer pemasaran Mercedes.
  • Penjual loak menyebut dirinya mempersiapkan diri menjadi kurator barang antik PBB.

Saat kita rubah mental kita dan berdiri di posisi yang Tuhan tetapkan, maka perkataan kita akan berbeda, dan kita akan menjadi pemimpin.

Yusuf dari kecil punya mental penguasa: dimanapun berada dia kontrol semuanya: pekerjaan kakak-kakaknya, pegawai-pegawai potifar, preman-preman di penjara, bahkan Firaun.

Saat p Agung dipanggil jadi hamba Tuhan, mentalnya minder. Untuk mengikis rasa minder terhadap orang bule, setiap kali ke Amerika, p Agung naik maskapai Northwest, berkali-kali minta dilayani pramugari yang semuanya bule.

Jiwa yang minder membuat kita tidak bisa maksimal dengan Tuhan.



Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Wednesday, June 19, 2013

Menaikkan Persembahan yang Berkenan – Petrus Agung – Minggu, 9 Juni 2013

Minggu, 9 Juni 2013
Menaikkan Persembahan yang Berkenan
Petrus Agung

Membalikkan roh perbudakan
Orang kaya menguasai orang miskin, yg berhutang menjadi budak dari yg menghutangi (Ams 22:7)

Di masa kini sudah tidak ada perbudakan, tapi ayat Alkitabnya tidak berubah. Untuk membalikkan keadaan, pemberesan dimulai dari peristiwa terakhir saat mereka yang berhutang ditagih, baik secara halus atau kasar, sehingga mengakibatkan sakit hati timbul. Caranya: lepaskan pengampunan! Maka hubungan dengan pemberi hutang kembali baik dan normal. Setelah selesai pemberesan dengan Tuhan, maka selanjutnya roh perbudakan dihentikan, ujungnya hutangnya juga akan selesai.

Hadirat Tuhan Membawa Kesembuhan
Saat menghadapi masalah, kita harus datang ke Tuhan, masuk ke hadiratNya. Maka sel-sel kita akan hidup, jiwa segar kembali, roh kita bangkit, tubuh disembuhkan, kita bisa panggil semua berkat ciptaan Tuhan, karena semua ciptaan suka untuk melekat kembali kepada penciptanya. Semua yang bukan ciptaan Tuhan: persoalan, beban, dll, akan berakhir dan selesai. Orang Kristen yang punya persoalan lalu marah, murtad dan tinggalkan Tuhan, dia tidak pernah dapatkan apapun. Seseorang menjadi lemah dimulai saat jiwanya letih. Untuk mengatasinya kita harus datang ke Tuhan.

Menaikkan Persembahan yang Berkenan
Kej 4: 3-4 – Frase “Tuhan mengindahkan” artinya Tuhan melihat dan terkagum-kagum, kemudian ada api Tuhan yang keluar dan menyambar persembahan Habel. Itu tidak terjadi pada persembahan Kain.

Setiap hari kita mendapat kesempatan memberikan sesuatu kepada Tuhan: pujian, sikap hati, ucapan syukur, dll. Kita akan berbahagia jika apapun yang kita bawa kepada Tuhan, bisa membuat Tuhan kagum dan tercengang, lalu apiNya turun dan menyambar korban kita.

Yesus pernah kaguman pada seseorang perwira yang bujangnya sakit. Dia meng-analogikan Yesus sebagai seorang komandan yang punya otoritas, dan berkuasa mengusir penyakit pergi.

Setiap ada kesempatan memberi sesuatu pada Tuhan, apakah itu bisa mengobarkan passion Tuhan?

Persembahkan Habel yang berupa anak domba membuat hati Bapa kagum, karena itulah rencana agung penebusan Tuhan bagi manusia, dengan mengorbankan Anak Domba Allah: Yesus. Habel memberi sesuai keinginan hati Bapa!

Setiap kali Tuhan menyambar korban manusia dari atas: efeknya selalu besar!

Korban Elia di atas mezbah dan air yang di parit disambar api Tuhan. Saat Elia kemudian berdoa minta hujan, dia menuai hujan lebat di seluruh Israel.

Saat Tuhan suka penyembahan kita, maka mujizat adalah bagian dari hidup kita sehari-hari.

Dalam pelajaran dari Dubai ke Kiev selama 5 jam, p Agung mendengarkan audio bible. Saat mendarat p Agung sangat segar. Kemudian setiap malam selama tur p Agung dengarkan audio bible. Efeknya p Agung alami refresh dan bisa melayani dengan kuat. Malam terakhir di Uraina ada setan di kamar mandi kamar hotel p Agung. Kemudian p Agung pasang audio bible, setan itu langsung pergi.

Dalam hadirat Tuhan: setan tidak bisa bertahan, dan kita alami mujizat demi mujizat hari demi hari.

Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

Saturday, June 15, 2013

Anger Kills – Petrus Agung – Minggu, 9 Juni 2013

Minggu, 9 Juni 2013
Anger Kills
Petrus Agung

Kej 4: 1-8
Setelah manusia jatuh ke dalam dosa, kematian pertama manusia secara fisik adalah seorang kakak membunuh adiknya. Penyebabnya di permukaan seperti karena memperebutkan perkenan Tuhan, tetapi di dasarnya adalah masalah harga diri, merasa dikalahkan dan disingkirkan.

Kain sebenarnya tidak mencari perkenan Tuhan, tapi merasa gengsi dan harga dirinya terusik, maka Kain mengikuti emosinya. Kain anak sulung dan jatahnya luar biasa, tapi ujungnya tidak mendapatkan apapun. Seharusnya Kain bertanya kepada Tuhan, mengapa korban Habel yang diterima Tuhan.

Orang yang tidak mau diajar atau tidak punya teacheable spirit, di dalamnya penuh ketakutan, cemburu, kemarahan, iri hati, dendam, tidak bisa mengampuni, maka itu memperpendek destiny-nya.

Jika kita biarkan kemarahan terus ada dalam kehidupan kita, dan tidak meminta penjelasan pada Tuhan, maka destiny kita tidak pernah besar !

Dalam terjemahan asli, saat korban Habel naik, itu membuat Tuhan kagum dan heran, lalu hati Tuhan merespon seperti ada api menyambar korban Habel. Sebab yang dikorbankan adalah anak domba. Dalam pandangan Bapa anak domba adalah Yesus. Kitab Ibrani mengatakan bahwa Habel mempersembahkan dengan iman. Iman timbul dari pendengaran, pendengaran oleh Firman Kristus.

Kemungkinan timbulnya iman Habel adalah ketika Adam mengisahkan kepada anak-anaknya tentang kehidupan di taman Eden dan bagaimana manusia jatuh ke dalam dosa. Kemudian Tuhan datang, menyembelih seekor binatang, dan membuat pakaian bagi Adam dan Hawa dengan kulit binatang itu. Habel mendengar dan mengerti kisah itu, bahwa persembahan seekor anak domba menutupi dosa. Habel jadi memahami bahwa korban yang Tuhan suka adalah anak domba, maka Habel sengaja memelihara anak domba untuk dipersembahkan kepada Tuhan. Tujuan memelihara domba bukan untuk dimakan karena sebelum jaman Nuh manusia belum memakan hewan.

Obsesi Habel adalah memberi yang Tuhan suka.

Saat kita menginginkan sesuatu, lalu ada yang memberikan secara tepat, itu akan menyentuh hati kita dan membuat pemberian itu jadi sangat istimewa. Inilah yang terjadi saat Habel mempersembahkan anak domba kepada Tuhan: hati Tuhan terkejut, kagum dan hati Tuhan bereaksi.

Hati Tuhan adalah menebus manusia, dan yang akan dikorbankan adalah anak tunggal Tuhan: Yesus

Jika Kain merespon dengan bertanya kepada Tuhan, maka Tuhan akan menjelaskan. Maka tidak ada luapan kemarahan Kain kepada saudaranya, dan reaksinya benar, berikutnya akan memberi dengan pengertian yang baru. Inilah sikap seseorang yang berjiwa besar.

Tuhan sedang bawa kita masuk ke level raja-raja. Raja-raja harus punya hati yang besar: tidak mempertahankan reputasi, tidak iri pada orang lain, punya rasa aman.

Di dalam diri kita ada potensi spirit of excelence, tapi kesempurnaan dan kehebatan kita tertutup dan rusak jika reaksi kita salah.

Jika kita melihat segala hal sebagai kompetisi, maka hati kita akan rusak !
Jiwa kompetisi Saul terhadap Daud muncul karena nyanyian berbalas-balasan dari wanita-wanita. Ujungnya Saul kerasukan, jadi pembunuh, dan mati mengerikan.
Dalam kisah anak yang hilang, jiwa persaingan si sulung muncul saat ada pengampunan bapa bagi adiknya. Akibatnya sulung marah dan tidak mau masuk dalam pesta.

Jika kita mau diajar (teachable), maka spirit of excelence di dalam kita akan berkembang, dan kita akan berkembang jadi orang yang luar biasa.

Jika spirit kompetisi, iri hati dan kemarahan kita biarkan muncul dalam diri kita, maka kita bisa membunuh orang lain atau kita mematikan manusia roh kita sendiri.

Jika kita punya teachable spirit, maka saat menghadapi masalah yang tidak kita sukai kita akan datang bertanya kepada Tuhan, sehingga kita bisa membuat keputusan yang excellent !

Apapun yang dicampur dengan kemarahan akan membunuh: hubungan, persahabatan, kehidupan jiwa kita sendiri, ujungnya membunuh roh kita sendiri jika kita murtad.

Dulunya minder pak Agung besar, sehingga memilih sikap menghamba dan tidak pernah menolak permintaan orang lain, supaya menghindari keributan. Tuhan kirim pertolongan melalui seorang hamba Tuhan, dengan mengkonfrontasi p Agung secara langsung. Saat hampir tidak kuat, p Agung mendapat mimpi dari Tuhan bahwa hamba Tuhan ini mengejar dan menangkap p Agung, lalu membebaskan p Agung dari borgol/ belenggunya.

Saat tekanan datang dalam hidup kita, jangan baca sebagai siksaan.

Saat orang yang kita cintai sedang di proses Tuhan, doakan, jangan pasang badan dan melindungi, biarkan didikan Tuhan selesai bagi dia.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);

#minyakcadangan

#minyakcadangan

Saya punya kebiasaan saat alami sesuatu: mencoba mencari suatu makna peristiwa, mencari motivasi dan maksudnya, menggali poin-poin yang berguna.

Sejak hadir ke gereja Kristen, kira-kira 2 bulan sebelum lahir baru, saya mulai catat khotbah di gereja. Semula seperti orang-orang lain: ayat + kata-kata yang berkesan (rhema). Dari catatan itu saya bisa terbantu renungkan ulang Firman, coba cerna ulang hal-hal yang sebelumnya kurang saya mengerti.

Suatu hari di tahun 2004 Tuhan gerakkan gembala saya untuk pinjamkan beberapa kaset khotbah. Saya sangat senang karena jiwa dan roh memang membutuhkan.

Kemudian saya lihat suatu hal: kaset itu cuma pinjaman, padahal isinya sangat berharga. Maka saya perlu miliki sendiri, sehingga sewaktu-waktu membutuhkan, saya tidak perlu mencari-cari di tumpukan kaset gereja. Rekaman tersebut saya putar di compo, outputnya saya masukkan ke line in komputer, lalu saya rekam. Di awal saya gunakan program bawaan Nero, hasilnya file WAV, lalu saya edit dan convert ke MP3. Semua awalnya untuk kebutuhan dan koleksi pribadi.

Rekan-rekan di gereja menyarankan saya dengerin rhema FM, dan ternyata pertumbuhan rohani saya jadi pesat setelah dengerin rhema FM. Maka dengan sarana yang sangat terbatas, saya mulai rekam radio rhema.

Waktu itu rhema FM masih bisa mencapai kota Kudus. Saya putar rhema via compo, rekam khotbah ke kaset, lalu dari kaset saya convert ke MP3. Proses yang panjang dan mbulet, tapi saya lakukan demi Firman Tuhan yang sangat berharga.
Saya ingin beli CD MP3 kumpulan khotbah. Tapi saat itu dana kami sangat terbatas.

Di awal 2006 tiba-tiba Rhema tidak mengudara beberapa bulan, saat itu baru saya sadar gunanya rekaman-rekaman yang selama ini saya kumpulkan. Tuhan berkata: itulah minyakcadangan, sesuatu yang anak Tuhan butuhkan di saat kondisi sulit untuk dapat Firman Tuhan.

Beberapa rekan kantor meng-apresiasi apa yang saya kerjakan ini, mereka berikan software-software baru, tools-tools baru, sehingga menyederhanakan proses perekaman. Ada cooledit, adobe audition, mp3cutter, mp3converter, dll.

Saya bergabung dengan JKI Injil Kerajaan Semarang di tahun 2008. Karena tinggal di kota Kudus, sekitar 60km dari gereja, maka sering beberapa teman MK (kelompok sel di JKI Injil Kerajaan disebut Mezbah Keluarga, disingkat MK) tidak bisa hadir di gereja. Maka saya mulai salin catatan khotbah saya dari buku ke MS Word, sehingga bisa di-print dan bagikan ke rekan MK yang membutuhkan. Di beberapa kesempatan, ada rekan-rekan yang meng-copy mp3 khotbah saya.

Tahun 2008 saya juga mulai gunakan facebook. Saya mulai masuk dalam pergaulan dengan anak-anak Tuhan di seluruh Indonesia, bahkan dunia.

Atasan saya di kantor temukan bahwa rekaman khotbah yang size-nya terkecil, tapi masih bisa didengar dengan jelas adalah jika di convert ke mono, dan samplingnya 16 kBPs. Dari sini saya lihat ukuran rekaman khotbah bisa sangat kecil, dan bisa dikirim via email.

Dari sini saya mulai kirim email berisi mp3 khotbah ke rekan-rekan yang membutuhkan. Awalnya insidentil dan by request, lalu jadi rutin. Jumlah yang request terus bertambah, terutama dari teman-teman FB.

Salah satu rekan MK saya digerakkan untuk membuatkan saya sebuah website, sehingga lebih banyak orang yang bisa diberkati. Saya post ringkasan dan link rekaman khotbah di web tersebut. Jadi, sebenarnya ide website minyakcadangan bukan ide saya, saya hanya eksekutornya.

Web ini dalam sekejap meledak dan jumlah peng-akses-nya melebihi quota, sehingga web tidak bisa diakses sampai awal bulan berikutnya. Kondisi ini memaksa saya untuk belajar membuat blog, kemudian mengisinya dengan konten yang sama dengan web. Ini awal lahirnya
Http://www.minyakcadangan.blogspot.com

Dari pengalaman sebelumnya, akhirnya saya susun sebuah blog lain yang sangat simple sebagai backup, di Http://minyakcadangan.wordpress.com/

Kemudian saya kenal cara menyimpan file di jaringan internet, jadi untuk membagikan tinggal memuat link-nya di blog/ web saya. Tujuannya agar mereka yang kurang dana untuk membeli kaset/ CD/ VCD/ DVD asli, tetap mendapat makanan rohani, terutama mereka yang tinggal jauh dari kota Semarang. Saya berharap apa yang saya bagikan secara gratis, digunakan untuk memberkati orang lain lagi, juga secara gratis.

Masalah mulai timbul karena peng-akses blog/ web sangat banyak, dan saya tidak bisa tahu siapa-siapa saja yang mengakses link tersebut. Bahkan ada yang melaporkan ke saya bahwa link yang saya bagikan gratis, ternyata dijual-belikan. Maka pemuatan link di blog/ web saya hentikan.

Di awal 2012 seorang rekan dari salah satu kota Bahtera meminta tolong saya untuk membuat sebuah mail-list untuk suatu keperluan. Sambil mengerjakan dan mempelajarinya, saya buat mail-list minyakcadangan. Di mail-list ini saya bisa membagikan lagi link rekaman khotbah dengan lebih terkontrol siapa saja penerimanya.

Seiring waktu, saya dapati ternyata banyak anak Tuhan yang belum memiliki mental raja. Walau mereka punya cukup uang, mereka memilih untuk dapat yang gratisan. Padahal jika kita beli aslinya, kita akan memberkati pelayanan JKI Injil Kerajaan dan rhema FM secara langsung. Maka mulai bulan juni 2013 yang saya bagikan hanya dalam kualitas low.

Untuk sementara, sejak 13 Juni 2013 saya sementara step down dari berbagai pelayanan dunia maya, sampai Tuhan perintahkan lagi.

Jbu all

Wednesday, June 12, 2013

Diubah di dalam Diangkat di luar – Petrus Agung – Sabtu, 8 Juni 2013

Sabtu, 8 Juni 2013
Diubah di dalam Diangkat di luar
Petrus Agung

Kesembuhan Ilahi
Semua ciptaan Tuhan punya kecenderungan ingin selalu mendekat kepada penciptanya.

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. (Mat 6:33)

Setiap kali kita menyembah, Tuhan bertahta di atas pujian umatNya, dan tiba-tiba Dia ada di tengah-tengah kita. Saat itulah seluruh sel kita berteriak menginginkan hal itu. Ketika kita beberapa saat berada dalam hadiratNya, tiba-tiba orang-orang mengalami kesembuhan tanpa didoakan, karena seluruh sel kita mendekat kepada penciptanya. Beban, persoalan dan penyakit bukan ciptaan Tuhan, maka di dalam hadirat Tuhan semuanya itu hilang dan menyingkir dari hidup kita.

Kita bangun tambok pujian karena setiap sel kita selalu merindukan Tuhan.
Ini adalah cara Tuhan me-refresh kita.

Saat p Agung tur Ukraina, dalam penerbangan selama 5 jam. P Agung mengalami refresh ketika mendengarkan Alkitab audio. Di Ukraina setiap malam p Agung mendengarkan Alkitab audio, dan bangun pagi dengan kondisi refresh. Ini karena otak bawah sadar p Agung menerima Firman, dan Firman adalah Yesus. Di kota terakhir ada setan yang bandel. Saat p Agung memutar Alkitab audio-nya maka setan itu langsung pergi.

Sistem keuangan: setiap sebuah negara mencetak uang, mereka harus punya tanggungan berupa emas. Maka uang yang kita pegang merepresentasikan emas. Emas adalah ciptaan Tuhan. Begitu kita biarkan hadirat Tuhan melayani kita, maka kita bisa perintahkan emas untuk datang.

Musa mendirikan kemah suci dengan sangat teliti. Salomo membangun bait Allah yang megah dan mewah. Daud tidak pernah membangun kemah pertemuan dan tidak diijinkan membangun bait Allah. Daud hanya mendirikan tenda sederhana berisi Tabut Tuhan. Kemah Daud yang simpel dan tanpa protokoler inilah yang akan Tuhan pulihkan di akhir jaman, karena inilah hasrat hati Tuhan. Bahkan saat kematian Yesus, maka tirai bait Allah terbelah dua, sehingga kita bisa menghadap tahta kasih karunia Tuhan.

Diubah di dalam diangkat di luar

Sejauh mana kita akan bisa bergerak dengan Tuhan ditentukan oleh apa yang ada di dalam kita, bukan oleh faktor eksternal.

Firman berkata bahwa bangsa Israel yang Tuhan bawa keluar dari Mesir adalah pasukan Tuhan. Saat orang Israel yang keluar dari Mesir memberontak, akhirnya hampir semua mati di padang gurun.
Padang gurun bukan rencana Tuhan yang asli untuk bangsa Israel. Rancangan awal Tuhan hanya perlu 2 minggu bangsa Israel sudah masuk tanah Kanaan.

Ratusan tahun orang Israel tinggal di Gosyen yang subur. Maka rencana Tuhan adalah membawa Israel dari Mesir menyeberang laut Merah ke tanah orang Filistin yang subur, taklukkan Filistin, istirahat, dapat jarahan luar biasa dari orang Filistin, limpah makanan dan air. Kemudian mereka bergerak lagi menuju ke sungai Yordan, kemudian masuk Kanaan. Bahkan sebelum Yordan sudah ada tanah yang subur yang diminta oleh suku Ruben dan Manasye.

Tuhan berkata bangsa Israel adalah pasukan Tuhan. Tapi itu hanya di luarnya, sedangkan di dalamnya masih budak. Budak destiny-nya tertindas dan tidak bisa melawan siapapun. Maka dalam ke maha-tahu-anNya, Tuhan tahu orang Israel akan kecewa dan balik ke Mesir jika harus berperang. Maka bansa Israel harus melalui rute ke-2, yang tidak sesuai dengan habitat orang Israel.

Bahtera akan masuk 7 tahun yang ke-2. Sejauh mana kita bisa tempuh 7 tahun ini dengan Tuhan, tergantung dari siapa yang di dalam kita. Jika mental kita seorang budak, maka kita akan mencapai tingkat tertinggi dari seorang budak, yaitu hanya budak. Tuhan mau bawa kita mencapai level raja-raja, karena menurut Alkitab kita adalah royal-priesthold : imam-imam kerajaan Tuhan.

Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani (1Ptr 2:9a)

Sikap hati dan mental kita harus berbeda:
  • Sikap hati kita harus seorang hamba, seperti yang Tuhan Yesus ajarkan:

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan." (Luk 17: 10)

  • Mental di dalam kita tidak boleh mental budak.

Masuk di level raja-raja mentalnya harus mental raja, sikap hati tetap seorang hamba.

Ams 30: 21 – Hal-hal yang tidak boleh terjadi karena akan menimbulkan kekacauan:
  • Seorang hamba/ budak yang menjadi raja.
  • Seorang bebal yang kekenyangan makan, dalam bahasa Inggris: orang bebal yang kaya.
  • Seorang wanita yang tidak disukai orang mendapatkan suami.
  • Seorang hamba perempuan yang mendesak kedudukan nyonyanya/ ratunya

P Agung lahir minder luar biasa:
  • TK hingga kelas 3 SD, sekolah harus ditunggui papinya. Jika papi tak terlihat akan menangis.
  • Kelas 4 SD p Agung punya sahabat yang membuat dirinya nyaman. Suatu hari sahabat itu tidak masuk, dan p Agung menangis. Ternyata sahabatnya terlambat.

Di tambah lagi karakter dasar p Agung plegmatis. Campuran semua hal itu, akibatnya dalam kehidupan, p Agung memilih bersikap menghamba dan mengikuti orang lain. Di satu sisi kadang-kadang ini jadi kekuatan. Sikap mengabdi ini membuat p Agung mudah mendapatkan impartasi karunia dari berbagai hamba Tuhan lain, terutama yang berusia tua.

Ketika Tuhan ingin mengembangkan karunia p Agung, sikap mengabdi itu membelenggu karunia Tuhan di dalam p Agung, karena selama ini tidak berani bersuara, memilih aman dan diam. Pengajaran hati hamba jadi pembenaran diri bagi p Agung yang mentalnya mengabdi dan tidak ingin konfrontasi. Dampak buruknya banyak karunia tidak berkembang.

Salah satu nabiah luar negeri yang mengajar di TSOA angkatan pertama bicara bahwa p Agung adalah hamba Tuhan yang tidak kenal siapa dirinya, artinya tidak tahu kekuatannya. Nubuatan nabiah itu: ada panggilan kerasulan yang kuat dalam hidup p Agung, tapi bertahun-tahun tidak muncul karena p Agung tidak tahu siapa dirinya. Gambarannya seperti montir hebat yang mengalami amnesia, naik mobil lalu mogok, maka tidak bisa membetulkan mobil itu.

Saat kita berkata negatif tentang diri kita, perkataan itu bisa ditangkap setan dan jadi dalam hidup kita.

Sejauh mana kita bisa jadi besar, tergantung seberapa kita sadari apa yang di dalam kita!

Beloved, I wish above all things that thou mayest prosper and be in health, even as thy soul  prospereth (3Yoh 1:2, KJV)

let the weak say, I am strong. (Yoel 3: 10b, KJV)

Yang di luar kita tergantung yang di dalam kita. Kita mungkin di luarnya lemah, tapi di dalam kita ada Roh Tuhan yang tidak pernah lemah. “Yang miskin berkata aku kaya”, artinya bisakah kita melihat bahwa kita orang yang diberkati Tuhan.

Selama kita berkata kita lemah, kita tidak bisa terima tanggung jawab besar !

Di awal panggilan p Agung adalah pekerja. Saat Tuhan beri panggilan raja, maka itu menuntut p Agung memiliki jiwa, mental dan kemampuan yang berbeda, supaya jatah raja bisa maksimal.

5 jari kita menggambarkan 5 jawatan: jari jempol-rasul, punya kemampuan mengunci dan menyentuh semua jari yang lain; jari telunjuk-nabi; jari tengah-penginjil, terlihat menonjol; jari manis-gembala, hatinya harus memiliki kemanisan; jari kelingking – guru, masuk ke tempat yang dalam. Hanya jawatan rasul yang bisa muncul sebagai 4 jawatan yang lain.

Buang semua mental budak:
  • Memanfaatkan kebaikan orang bukanlah mental raja!
  • Minder membuat kita tidak berani bersikap.

Wahai engkau tanah, kalau rajamu seorang kanak-kanak, dan pemimpin-pemimpinmu pagi-pagi sudah makan! (Pkh 10: 16)

Alkitab berkata bahwa hanya orang yang akil baliq yang bisa mendapatkan hak waris (Gal 4:1). Anak-anak rohani punya sifat selalu minta dilayani, mudah marah dan tersinggung.
Pagi- pagi sudah makan” artinya mau santai walau belum bekerja dan belum menghasilkan apapun.

Happy ( fortunate and to be envied ) are you, O land, when your king is a free man and of noble birth and character and when your officials feast at the proper time--for strength and not for drunkenness! (Pkh 10: 17, KJV)

Ada hamba Tuhan yang hoby meng-kronfrontasi p Agung dari mimbar. Dalam mimpi P Agung, dia sedang lari dalam keadaan tangan terborgol. Kemudian p Agung ditangkap oleh hamba Tuhan tersebut, lalu dia lepaskan borgol p Agung. Ternyata untuk membongkar mental minder p Agung harus dikonfrontasi berkali-kali oleh hamba Tuhan ini.

Free-man artinya orang yang merdeka. Kita berbahagia jika raja kita orang yang free man. Jika jiwa kita terbelenggu, maka sulit berkembang
Noble-birth artinya saat lahir sudah punya karakter bangsawan.

Tuhan mau semua kita punya karakter bangsawan secara rohani: punya jiwa besar dan bisa mengayomi orang lain.


Maillist:

Korespondensi:
antonius_fw@yahoo.com (email, YM dan FB);
@Antonius_FW (tweeter);
pin BB: 29C12B56
WhatsApp 0858-7511-8451
LINE: antonfw (085-727-868-064)